Thursday, October 20, 2016

surat untuk Bapak Ahok

            Jum’at, 21 Oktober 2016
Kepada: Bpk. Basuki Tjahaja Purnama
 Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disebut dengan nama Ahok. Memang bapak adalah orang besar, memang bapak adalah orang kaya, memang bapak adalah orang nomor satu di Jakarta. tapi maaf ya pak, kita selaku sesama manusia, sesama makhluk yang mempunyai perasaan, tolong,.. ketika kita berbicara, mengeluarkan kata demi kata hendaknya dipikirkan terlebih dahulu, dipikir ulang sampai kita bisa pastikan bahwa perkataan yang keluar dari mulut kita tidak menyakiti orang lain. Menyakiti satu orang saja tidak boleh, apalagi kalau perkataan kita sampai menyakiti seluruh orang yang beragama islam. Bukan hanya di Indonesia, namun tepatnya umat islam diseluruh dunia telah disakiti oleh bapak.
Saya memang bukan siapa-siapa, saya memang tidak memiliki kedudukan apapun. Jika dibandingkan dengan bapak mungkin bapak lebih terhormat. Tapi, saya hanya ingin menyampaikan suara hati umat islam diseluruh dunia, yang merasa tersakiti, merasa terhinakan, merasa terlecehkan oleh perkataan bapak Basuki Tjahaja Purnama  “ jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak nggak bisa pilih saya, yakan. dibohongin pakai surat Al-Maidah 51, macem-macem itu. itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin githu ya.”
Dengan santainya bapak berkata seperti itu, ah... memang benar ketika seseorang dalam keadaan takut atau tertekan maka refleks, nuraninya sebagai seorang nasrani keluar. Pasti bapak bicara seperti itu tidak sadar, iyakan pak? alias keceplosan. Namun, saya juga berterimakasih kepada bapak karena dengan adanya perkataan bapak itu, maka kini umat islam sudah mulai terbangun dari tidur panjang, kini semakin kuat keimanan kita tentang kekuasaan Allah SWT. Yang terjadi hari ini sebenarnya sudah ada didalam Al-qur’an, jauh sebelum kita diciptakan.
Kami marah pak, kami geram dengan sikap bapak, kami sudah cukup sabar menghadapi bapak. Apalagi dengan pembela bapak yang sangat membela bapak mati-matian. Siapa lagi kalau bukan Pak “Nusran Wahid.” sampai melotot melotot begitu pak.. kalau boleh saya tahu memangnya Pak Nusran dibayar berapa sih sama pak Ahok? kata pak nusran: “ yang tahu pekataannya ahok ya ahok, dan yang tahu perkataanya Allah ya Allah sendiri”,. jadi kalau memang benar seperti itu jangan salahkan kita kalau kita juga tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pak nusran sendiri. Karena yang tahu perkataan pak nusran ya pak nusran sendiri.
Satu hal yang harus bapak tau, bahwa umat islam memang umat yang pemaaf. Namun, ketika agama kita yang dilecehkan maka kita tidak akan ambil diam. Sepertinya bapak tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa, inget pak kita punya senjata yang tidak dimiliki oleh orang kafir.
Denger-denger katanya bapak gubernur yang terkenal dengan programn kerjanya bagus, tapi kalau tidak beradab buat apa?, katanya berpendidikan, tapi ko mulutnya tidak berpendidikan?, Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang adil, ketika ada yang bersalah maka hukum harus ditegakkan tanpa memandang siapa yang bersalah tersebut. Termasuk ketika dirinya bersalah, maka ia harus siap menerima hukuman, jangan malah ngumpet, gak jentel banget sih.
Cukup sekian dan terimakasih. Karena sepertinya jika dilanjutkan tidak akan ada akhirnya.. saya mohon maaf jika ada kata-kata saya yang mungkin terlalu kasar dan menyinggung atau bahkan menyerempet..
Terima kasih atas perhatiannya
Dari Aku yang tersakiti


Bagi yang tidak menyukai kehadiran surat ini saya mohon maaf. karena sejatinya saya hanya mengungkapkan isi hati saya    

3 comments:

  1. umat islam dikumpulkan BUKAN karena pak Ahok, akan tetapi karena Allah melalui surat Al-maidah:51, yang di hina pak Ahok.

    ReplyDelete